Onelsf.Biz | Informasi Sepak Bola | Cerita Hot

Situs berita sepak bola liga inggris, liga spanyol, liga italy, liga jerman, liga champion, liga indonesia - Just the best Football

Birahi Salon Pijat Plus | Cerita Seks

Birahi Salon Pijat Plus | Cerita Seks

Birahi Salon Pijat Plus | Cerita Seks adalah situs Kumpulan Cerita Seks Ngentot terbaik kami dalam menghadirkan media seperti, Cerita Seks Terbaru, Foto – foto bugil dan Video Sex terbaru dan masih banyak lagi lainnya. Pada kesempatan kali ini kami akan share Birahi Salon Pijat Plus

Birahi Salon Pijat Plus | Cerita Seks Tante

birahi-salon-pijat-plus-cerita-seks

onelsf.biz adalah satu – satunya situs terpercaya dalam informasi terkini. Cerita Seks Tante , Foto Bugil SMA, Artis Bugil, Vedeo 3gp dan cerita ML Birahi Salon Pijat Plus

Cerita Seks – Sebuah k`isah berc`inta atau ngentot (ML) dengan pekerja salon (terap`is) yang mana menyed`iakan jasa p`ijat dan lalu karena nafsu berakh`ir dengan hubungan seks. S`imak k`isah lengkapnya ber`ikut `in`i!

Jakarta yang panas membuatku kegerahan d`i atas angkot. Kantorku t`idak lama lag`i kel`ihatan d`i kelokan depan, kurang leb`ih 100 meter lag`i. Tetap`i aku mas`ih betah d`i atas mob`il `in`i. Ang`in menerobos dar`i jendela. Mas`ih ada waktu bebas dua jam. Kerjaan har`i `in`i sudah kugarap semalam. Dar`ipada suntuk d`iam d`i rumah, tad`i malam aku menyelesa`ikan kerjaan yang mas`ih menumpuk. Kerjaan yang menumpuk sama merangsangnya dengan seorang wan`ita dewasa yang ker`ingatan d`i lehernya, yang aroma tubuhnya terc`ium. Aroma asl`i seorang wan`ita. Baunya memang agak la`in, tetap`i mampu membuat seorang bujang menerawang h`ingga jauh ke alam yang belum pernah `ia rasakan.

“D`ik.., jangan d`ibuka lebar. Saya b`isa masuk ang`in.” kata seorang wan`ita setengah baya d`i depanku pelan.

Aku tersentak. Mas`ih melongo.

“`itu jendelanya d`irapet`in d`ik`it..,” katanya lag`i.

“`in`i..?” kataku.

“Ya `itu.”

Ya ampun, aku membayangkan suara `itu berb`is`ik d`i tel`ingaku d`i atas ranjang yang put`ih. Ker`ingatnya meleleh sepert`i yang kul`ihat sekarang. Napasnya tersengal. Sepert`i kul`ihat ket`ika `ia baru na`ik tad`i, setelah mengejar angkot `in`i sekadar untuk dapat secu`il tempat duduk.

“Ter`ima kas`ih,” ujarnya r`ingan.

Aku sebetulnya `ing`in ada sesuatu yang b`isa d`iomongkan lag`i, seh`ingga t`idak perlu cur`i-cur`i pandang mel`ir`ik lehernya, dadanya yang terbuka cukup lebar seh`ingga terl`ihat gar`is buk`itnya.

“Saya juga t`idak suka ang`in kencang-kencang. Tap`i saya gerah.” meloncat beg`itu saja kata-kata `itu.

Aku belum pernah beran`i b`icara beg`in`i, d`i angkot dengan seorang wan`ita, separuh baya lag`i. Kalau k`in`i aku beran`i past`i karena dadanya terbuka, past`i karena peluhnya yang membasah`i leher, past`i karena aku terlalu terbua`i lamunan. `ia malah melengos. S`ial. Lalu asy`ik membuka tablo`id. S`ial. Aku t`idak dapat lag`i memandang`inya.

Kantorku sudah terlewat. Aku mas`ih d`i atas angkot. Perempuan paruh baya `itu pun mas`ih duduk d`i depanku. Mas`ih menutup`i d`ir`i dengan tablo`id. T`idak lama wan`ita `itu mengetuk lang`it-lang`it mob`il. Sop`ir menep`ikan kendaraan pers`is d`i depan sebuah salon. Aku perhat`ikan `ia sejak bangk`it h`ingga turun. Mob`il bergerak pelan, aku mas`ih mel`ihat ke arahnya, untuk memast`ikan ke mana arah wan`ita yang berker`ingat d`i lehernya `itu. `ia tersenyum. Menantang dengan mata gen`it samb`il mendekat`i p`intu salon. `ia kerja d`i sana? Atau mau gunt`ing? Creambath? Atau apalah? Matanya d`ikerl`ingkan, bersamaan masuknya mob`il la`in d`i belakang angkot. S`ial. Dadaku t`iba-t`iba berdegup-degup.

“Bang, Bang k`ir`i Bang..!”

Semua penumpang menoleh ke arahku. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?

“Pelan-pelan suaranya kan b`isa Dek,” sang sup`ir menggerutu samb`il member`ikan kembal`ian.

Aku membal`ik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Satu dua, satu dua. Yes.., akh`irnya. Namun, t`iba-t`iba keberan`ianku h`ilang. Apa katanya nant`i? Apa yang aku harus b`ilang, lho tad`i ked`ip-ked`ip`in mata, maksudnya apa? Mendadak jar`i tanganku d`ing`in semua. Wajahku merah padam. Lho, salon kan tempat umum. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Bodoh amat. Come on lets go! Langkahku semangat lag`i. P`intu salon kubuka.

“Selamat s`iang Mas,” kata seorang penjaga salon, “Potong, creambath, fac`ial atau massage (p`ij`it)..?” Baca Selengkapnya

“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.

Cerita Seks Tante ini sepenggal cerita yang kami bagikan untuk itu, tunggu artikel terbaik dari kami hanya di onelsf.biz. Terima kasih telah berkunjung di website kami onelsf.biz

Birahi Salon Pijat Plus | Cerita Seks Tante

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Onelsf.Biz | Informasi Sepak Bola | Cerita Hot © 2014 onelsf.biz