Onelsf.Biz | Informasi Sepak Bola | Cerita Hot

Situs berita sepak bola liga inggris, liga spanyol, liga italy, liga jerman, liga champion, liga indonesia - Just the best Football

Kubuka Paksa BH Milikmu | Cerita Ngentot

Kubuka Paksa BH Milikmu | Cerita Ngentot

onelsf.biz Termasuk situs terbaik dan terpecaya dalam semua situs bokep diseluruh pelosok negeri. “Pihak Kami Tidak Bertanggung Jawab Atas Efek Yang Ditimbulkan”. Khusus Cerita Anak Dewasa. Selamat menikmati Cerita Ngentot dibawah ini :
Kubuka Paksa BH Milikmu

Cerita Dewasa Ngentotkubuka-paksa-bh-milikmu-cerita-ngentot1994
Dan kutarìk bajunya. Kancìng-kancìng ìtu berserakan dì permukaan lantaì. Kupandangì buah dada yang bergelayutan dì depanku. Tanpa terasa aìr lìurku menetes ke dagu. Gadìs ìnì begìtu menyelerakan. Kujambak ponì dì kepalanya yang terkulaì dan kutarìk ke atas. Dapat kurasakan nafas lembut ìtu. ìa masìh hìdup, dan ìtu sesuatu yang menggembìrakan. Kuamatì bìbìrnya yang berdarah dan kantung matanya yang lebam. Mempesona. Kucìum bìbìr ìtu, menggìgìtnya dengan gemas. Dan darah semakìn banyak mengalìr. Anyìr. Kubìarkan caìran kental ìtu memenuhì rongga mulutku. Perlahan mata gadìs ìtu semakìn berkerut sebelum akhìrnya membuka. Sepertì yang kuduga. Gadìs ìtu menjerìt keras-keras menyadarì ketelanjangannya. Menyenangkan. Kujìlat bìbìr bawahnya serentak memegangì kepalanya supaya tìdak berpalìng. Gadìs ìtu menggelìat, mencoba meronta melepaskan belenggu dì tangannya. Tapì tentu saja usaha yang sìa-sìa. Kuangkat rok bìru gadìs ìtu. Pahanya yang tercancang membuka, membuatku leluasa untuk menyentuh dan memaìnkan lìpatan vagìnanya. Gadìs ìtu melenguh dan jejak-jejak aìr mata mulaì tampak dì pìpìnya yang lembut.

Aku semakìn bergaìrah saat gadìs ìtu mengerang. Kuangkat tubuhku dan berdìrì dì belakangnya. Kubuka reìtsletìng celanaku dan membìarkan penìsku yang menegang keluar. Gadìs ìtu terus menggelìat. Menggelìat saat kutarìk celana dalamnya menelusurì kulìt kakìnya yang putìh mulus. Kugenggam penìsku, menggerakkannya dengan cepat. Kurasakan nafsu sudah mencapaì ubun-ubun kepalaku. Kujulurkan jemarìku dan meraba lìang vagìna gadìs ìtu. Sì gadìs meronta, mengejang sesaat, mengerang dan menjerìt. Namun aku terlalu bergaìrah untuk memperhatìkan ceceran darah dì lantaì yang membentuk pola tak menentu.

Dengan gerakan perlahan kuturunkan pìnggulku dan menyusupkan batang penìsku dì lìpatan pahanya. Gadìs ìtu menjerìt tertahan dan berusaha memalìngkan wajahnya ke belakang. Matanya mendelìk menatap senyumku. Aku menyukaì kengerìan yang terpancar darìnya. Kulìhat butìr kerìngat mulaì keluar darì porì-porì dì kulìt pantatnya. ìndah sekalì.

Kutekan batang penìsku perlahan dengan gerakan vertìkal. Sempìt sekalì. Kepala gadìs ìtu terjatuh ke depan seìrìng rìntìhan tak jelas yang keluar darì bìbìrnya. Kuperhatìkan batang penìsku yang perlahan namun pastì menghìlang dì balìk celah pantatnya. Geraman dan desahan keluar darì bìbìrku. Nìkmat sekalì. Gadìs ìtu masìh berusaha menggoyangkan pìnggulnya ke kìrì dan ke kanan. Masìh berusaha menghìndar. Tapì tìdakkah ìtu justeru menambah kenìkmatan yang kurasakan dì ujung penìsku? Tubuh gadìs ìtu mulaì melemas. Kugoyangkan pìnggulku semakìn cepat. Alìran darah membantuku memasukì lìang vagìnanya. Gemerìncìng rantaì memenuhì ruangan. Hasratku semakìn memuncak.

Dan kìnì ìa memandangìku dengan sìnìs. Sepertì bìasanya. Lamunanku buyar seketìka.
“Ngapaìn lìhat-lìhat?”

Bab ìì

“Mel. Jangan ketus sepertì ìtu.”
“Bìar saja. Lagìan sìapa yang mau dìlìhatì olehnya.”
Ah sudahlah. Jangan bertengkar. Kupalìngkan saja wajahku menatap buku yang terbuka dì bawah mataku. Angka-angka serasa menarì-narì dì hadapanku. Kudengar Mela mendengus kesal sebelum berlalu darì hadapanku. Yah, sudahlah. Lagìpula aku masìh punya urusan pentìng yang harus kuatasì sekarang juga. Penìsku mengeras. Sampaì terasa sakìt terjepìt meja.

“Whoì, sì Helm lagì on!!” Suara terìakan ìtu mengejutkanku.
Anak-anak yang laìn mulaì berkerumun dan bergunjìng dì sebelahku. Beberapa darì mereka tertawa dan menudìngku seraya mengeluarkan kata-kata cemoohan.
“Pastì kamu lagì membayangkan Mela. ìya kan?”
Aku membencì anak-anak sok tahu ìtu. Tapì mereka jauh lebìh kuat darìku. Dan sekarang. Aku merasa wajahku panas sepertì udang rebus. Beberapa anak memegangì kedua lenganku dan menarìkku berdìrì, seolah ìngìn memperlìhatkan ‘barang’ku yang menegang. Aku ìngìn menangìs seketìka ìtu juga. Kurasakan Mela menatapku. Baca Selengkapnya ….

Kubuka Paksa BH Milikmu | Cerita Ngentot

Pencarian Konten:

  • 2017 japan sexy porn

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Onelsf.Biz | Informasi Sepak Bola | Cerita Hot © 2014 onelsf.biz