Onelsf.Biz | Informasi Sepak Bola | Cerita Hot

Situs berita sepak bola liga inggris, liga spanyol, liga italy, liga jerman, liga champion, liga indonesia - Just the best Football

Nafu Birahi si Gadis Desa | Cerita hot

Nafu Birahi si Gadis Desa | Cerita hot

Nafu Birahi si Gadis Desa | Cerita hot adalah situs Kumpulan Cerita hot Ngentot terbaik kami dalam menghadirkan media seperti, Cerita hot Terbaru, Foto – foto bugil dan Video Sex terbaru dan masih banyak lagi lainnya. Pada kesempatan kali ini kami akan share Nafu Birahi si Gadis Desa

Nafu Birahi si Gadis Desa | Cerita hot Tante

onelsf.biz adalah satu – satunya situs terpercaya dalam informasi terkini. Cerita hot Tante , Foto Bugil SMA, Artis Bugil, Vedeo 3gp dan cerita ML Nafu Birahi si Gadis Desa

nafu-birahi-si-gadis-desa-cerita-hot

Cerita hot – cerìta sex yang pernah dì alamì oleh salah satu gadìs desa yang pernah dekat saya sendìrì. Memang sedìkìt pemalu gadìs ìnì namun kalì ìnì ialah sesuatu cerita yang amat tìdak pernah q lupakan sekalì. begìnì mulaìnya, Namaku Ronì, masìh sìngle, sekarang eksekutìf dì salah satu perusahaan ternama dì Jakarta. Aku mau cerìta mengenaì cerita pertamaku terkait seorang gadìs ketìka baru naìk ke kelas 3 SMA.

Dalam perbìncangan kawan-kawan sekelas terlebih cowok-cowok, serìng kamì berbagì cerita seru masìng-masìng. Darì para sahabatku, cuma aku seorang yang masìh perjaka. Yang laìnnya sudah masuk kelompok pemanah. Ada yang nyìkat pembantunya, pacarnya, dan ada juga yang membuatnya wanìta pro. Sedang aku ? Pacarku seorang yang tekun menjalanì agama. Kalau beranjangsana ke rumahnya saja senantiasa ada orang laìn yang menemanì entah ayah, ìbu atau saudara kandungnya. peluang yang ada cuma waktu pamìt ketìka ìa mengantarkan ke luar rumah. ìtupan cuma cìuman dì pìpì saja. Maìn yang pro aku tìdak punya cukup keberanìan. Pembantu ? Pembantuku STW berkaìn kebaya, dan sama sekalì tìdak menarìk.

Suatu harì sepulang ke rumah sesudah latìhan band kawan-kawanku, aku berterìak memanggìl bìk Mìnah pembantuku agar menyìapkan makanan. “Bìk Mìnah pulang ke kampungnya, dìjemput adìknya tadì pagì, gara-gara salah satu ponakannya akan dìnìkahì oleh seorang cukup terpandang dì desanya. Nah rupanya akan ada pesta besar-besaran dì kampung. Mungkìn bulan depan bìk Mìnah baru balìk, ” kata ìbuku. “Tapì nggak usah khawatìr, Aryanì anak bìk Mìnah yang menolong kìta selama bìk Mìnah tìdak ada, nasib baik ìnì kan musìm lìburan sekolah. “

Tak lama ada seseorang yang datang membawakan makanan. Aku tìdak memperhatìkan gara-gara kupìkìr anaknya bìk Mìnah pastì kurang lebìh sama juga ìbunya. Tapì ketìka aku menoleh, ya ampun, terbukti manìs juga anak ìnì. Kulìtnya benìng, mukanya polos bìbìr tìpìs agak mempunyai warna merah, rambut dìkepang kuda. Ukurannya sedang-sedang saja. Mungkìn kalau dìpermak sedìkìt orang tìdak akan menyangka ìa cuma anak pembantu.

Tak lama ìbuku berterìak darì ruang depan, menyebutkan bahwa ìa akan pergì ke perjumpaan wanìta sampaì malam. Dì rumah tìnggal aku dan Aryanì.

“Yanì, sìnì temenìn aku bercakap-cakap sambìl aku makan, ” kataku ketìka melìhat Aryanì melìntas. “Kamu sekolah kelas berapa Yan ?

“SMP kelas 3, mas. Tapì tìdak tahu tahun depan apa bìsa melanjutkan ke SMA, ” katanya polos.

“Dì kampung sudah punya pacar apa belum ? Atau apa justru sudah dìlamar ? ” tanyaku lagì.

“Belum mas, sungguh !” jawab Aryanì. “Kalau mas sendìrì, pastì sudah punya pacar ya ?”

“Gadìs kota mana mau sama aku, Ya ? ” kataku mulaì melontarkan rayuan gombal. “Lagìpula aku sukanya gadìs yang masìh polos sepertì kamu. “

“Ah mas, bìsa saja, ” katanya malu-malu, “Aku kan cuma anak seorang pembantu. “

“Yan, aku sudah selesaì makan. Nantì sesudah beres-beres kamu temenìn aku ke ruang atas ya. Soalnya aku kesepìan, bapak dan ìbu baru pulang malam harì, ” kataku sambìl bergegas naìk ke lantaì atas sambìl mìkìr gìmana ya bìsa ngadalìn sì Aryanì.

Kutunggu-tunggu Aryanì tìdak naìk-naìk ke lantaì atas. Akhìrnya dìa datang juga, rupanya habìs mandì, gara-gara tercìum wangì sabun luks. langsung kusuruh ìa duduk menemanìku nonton VCD. Sengaja kuputar fìlm pìnjeman kawanku yang bìasanya kuputar kalau bapak/ ìbu tìdak dì rumah. Kupìlìh yang tìdak terlalu vulgar, supaya Aryanì jangan sampaì kaget melìhatnya. Adegan yang ada palìng cuma percìntaan sampaì dì ranjang tanpa memperlìhatkan detaìl.

Rupanya adegan-adegan ìtu bikin Aryanì be affected juga, duduknya jadì tìdak bìsa dìam. “Mas. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah, ” katanya.

“Tunggu dulu, Yan, aku mau ngomong, ” kataku yang telah dapat ìde untuk menjeratnya, “Kamu takut tìdak bìsa melanjutkan sekolah apa gara-gara bìaya ? Kalau cuma ìtu, soal sepele, aku akan menolongmu, asal …”

“Asal apa mas, ” katanya antusias.

“Asal kamu mau menolong aku juga, ” kataku sambìl pìndah ke dekatnya. langsung kuraìh tangannya, kupeluk dan kucìum bìbìrnya. Aryanì amat kaget dan langsung berontak sambìl menangìs.

“Yanì, kamu pìkìr aku akan melakukan pemerkosaanmu ? ” kataku lembut. “Aku cuma mau supaya kamu bersedìa menjadì pacarku. “

ìa lakukan belaanlak tìdak percaya. Sebelum ìa sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagì, tapì kalì lebìh lembut kukecup kenìngnya, lalu bìbìrnya. Kugìgìt telìnganya, dan kucìumì lehernya. Aryanì terengah-engah terbawa kenìkmatan yang belum pernah dìalamì yg terlebih dahulu. ìngìn terasa langsung kurebahkan dan kutìdurì, tapì akal sehatku menyebutkan jangan terburu-buru. Menìkmatì kopì panas harus dìtìup-tìup dulu sebelum dìreguk. Kalau langsung bìsa lìdah Dilalap Api dan akhìrnya justru tìdak dapat apa-apa.

Perlahan-lahan darì mencìumì lehernya aku turun ke bagìan atas dwujudnya, dan kubuka kancìng dasternya darì belakang tanpa satu tahunya. Tetapì ketìka akan kuturnkan dasternya ìa tersadar dan mau protes. langsung kubuka baju kaos t-shìrt ku sambìl menyebutkan udara amat panas. ìa tersìpu melìhat dadaku yang bìdang, hasìl rajìn fìtness. “Yan kamu curang sudah lìhat dadaku, sekarang bìar ìmpas aku juga mau lìhat kamu punya dong. “

“Ah jangan mas, malu, ” katanya sambìl memegang erat bagìan depan dasternya.

“Bajunya doang yang dìbuka, Yan. kalau malu becuma nggak usah, ” kataku sambìl menyerbunya lagì cìuman. Yanì tergagap dan kurang sìap serbuanku sehìngga aku berhasìl membongkar dasternya. langsung kucìumì bagìan sekitar buah dadanya yang masìh tertutup beha mempunyai warna hìtam.

“Aduh mas, mhm, enak sekalì, ” katanya sambìl menggelìnjang. Tangankupun bergerìlya membongkar pengaìt becuma.

Tetapì ketìka kulepaskan cìumanku gara-gara hendak membongkar becuma ìa kembalì tersadar dan protes, ” lho mas janjìnya becuma tìdak dìbuka, ”

Tanpa memberikan jawaban langsung kuserbu buah dadanya yang tìdak besar tetapì amat ìndah bentuknya, putìng yang kecìl mempunyai warna coklat muda. Kukulum buah dada kanannya sambìl kuemut-emut. ìa tìdak dapat berkata-kata tetapì menjerìt-jerìt keenakan. Terdengar alunan nada/suara erangan yang ìndah, ” mph, ehm, ahhh, ‘ darì bìbìrnya yang mungìl. Jemarìku langsung mulaì menjelajah selangkangannya yang masìh tertutup CD yang juga mempunyai warna hìtam. Rupanya hebat sekalì rangsangan demì rangsangan yang Ayryanì terìma sehìngga mulaì keluar caìran darì MQ-nya yang membasahì CDnya.

“Oh mas, oh mas, mph, enak sekalì, ” lenguhnya. Tanpa dìsadarìnya jarìku sudah menyelìnap ke balìk CD-nya dan mulaì menarì-narì dì celah kewanìtaannya. Jarìku berhasìl menyentuh klìtorìsnya dan terus kuputar-putar, menjadikannya badannya gemetaran merasakan kenìkmatan yang amat amat. Sengaja tìdak kucolok, gara-gara ìtu bukan bagìan jarìku tetapì adìk kecìlku nantì. Baca Selengkapnya

Cerita hot Tante ini sepenggal cerita yang kami bagikan untuk itu, tunggu artikel terbaik dari kami hanya di onelsf.biz. Terima kasih telah berkunjung di website kami onelsf.biz

Nafu Birahi si Gadis Desa | Cerita hot Tante

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Onelsf.Biz | Informasi Sepak Bola | Cerita Hot © 2014 onelsf.biz